ya....mungkin kekecewaan itu ada karena mengaharapkan sesuatu yang lebih dari manusia... sekarang jadi lebih sadar bahwa, apapun yang kita lakukan, gusah mengharapkan balasan dari orang yang kita tolong....cukup Alloh-lah yang membalas semua kerja keras, amal baik yang kita lakukan.....ternyata belajar untuk ikhlas itu sungguh sangat sulit...robb...rasanya hamba tak mampu harus menjalani semua ini, tapi....di satu sisi hamba sadar bahwa engkau telah mengukur kemampuan hamba sehingga kau turunkan ujian ini kepada hamba......maafkan hamba mu yang tidak erdaya ini robb... bantu hamba menjalani semunya dengan nilai terbaik dihadapan-Mu aminn
Bismillah.... Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati... Atau kasihnya yang tak sampai, Atau cintanya yang tertolak, Atau ceritra cintanya yang penuh pengkhianatan, Seperti sayap-sayap Gibran yang patah, atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwickjk tenggelam, atau mungkin kisah cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘Majnun’, lalu mati... Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas. Itu hanya cerita cinta yang digali dari air mata. Dunia tidak berwarna merah jambu, itu hanya ada dalam cerita Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung: Oooo Burung adakah yang mau meminjamkan sayap Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana. “ Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta ...
Komentar