Langsung ke konten utama

teguran di minggu pagi

Begitu sayangnya Alloh kepada saya, sampai ketika saya mengeluh dalam hati pun (belum terucap lho) Alloh langsung menegur saya saat itu juga.

Ceritanya begini, saya melihat ketersediaan makanan yang ada dikosan, setelah dicek yang tersedia disana ada nasi, telur dan tahu goreng untuk 1 porsi, sementara seperti pernah  saya ceritakan kepadamu kawan bahwa sekarang saya tinggal berdua sama dengan seorang sahabat dari bandung. otomatis harus beli lauknya lagi karena yang tersedianya hanya untuk satu orang.

tanpa pikir panjang, saya pun pergi untuk membeli lauk, tapi sebelumnya seperti biasa saya berkunjung ke kosan mba buat nawarin, siapa tahu dia juga mau beli makanan, jadi sekalian gitu.

Setelah ditanya ternyata mba sudah makan tapi dia nitip beli es kelapa muda sekaligus ngasih uangnya 20.000.- , dan saya pun berangkat dengan si biru teman sejati yang selalu setia mengantar kemanapun saya pergi. Selama perjalanan sempat terlintas dalam pikiran saya, ya Alloh klo saya yang harus menyediakan makanan tiap hari rasanya berat, mungkin seperti itu yang terlintas dalam pikiran saya, belum saya ucapkan loh.

saya pun membeli ayam goreng dan sayur sop di warung nasi depan jalan, ya kemudian saya membayar dan pergi. ketika mau membeli buah, saya baru tersadar bahwa uang yang 20.000 punya mba itu tidak ada di kantong saya, saya balik lagi ke warung nasi tersbut siapa tau terjatuh dan masih ada, tapi ternyata tidak ada.

jujur saya jarang sekali kehilangan uang, karena klo sampai kehilangan berarti saya kurang berinfak, dan sekarang Alloh memberikan teguran kepada saya, dan saya langsung tersadar mungkin saya mengeluh karena harus menyediakan makan untuk teman saya itu. oh robb ampuni hamba, terima kasih sudah di ingatkan, semuanya sudah ada rizkinya, innalillahi wa inna ilaihi  rojiun.

belum terucap pun alloh sudah menegur saya, begitu besarnya kasih sayang Alloh sama ya.
terima kasih atas semua hikmah di minggu pagi ini robb.

Komentar

agreee_grey mengatakan…
coba lulus ga pendidikan ikhlasnya?

Postingan populer dari blog ini

menunggumu

Pagi menjelang siang ini tiba-tiba aja pengen nulis, rasanya pengen menceritakan apa yang sedang terjadi dalam episode kehidupan sy kali ini.  Sy sedang menunggu kelahiran si kk (panggilan untuk anak pertama sy+suami) sekarang udah masuk 39 minggu tp blm ada kontraksi berarti, kayanya mungkin si kk masih betah di perut ibunya.  Sempet agak stress jg krn sy udah cuti ampir 3 minggu tp si kk masih anteng aja di dalem, tp sy disadarkan bahwa Alloh punya waktu terbaik untuk mengeluarkan kk, yg bs dilakukan  dlm menunggu persalinan adalah usaha disertai doa. Tiap pagi berjalan  kurang lebih 1 jam menyusuri sawah di banyumas, belum nyuci manual biar pas ngebilasnya bisa jadi olahraga, jalan jongkok, nungging, duduk posisi yoga sudah dilakukan semua tp kontrol ke dokter kemaren si kk masih blm masuk jalan lahir, tapi insyaallah sy tidak menyerah dan tetap berprasangka baik sm Alloh, usaha sy harus lebih keras lagi.  Kemaren sempat dilema karena dokter...

sayap-sayap yang tak pernah patah

Bismillah.... Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati... Atau kasihnya yang tak sampai, Atau cintanya yang tertolak, Atau ceritra cintanya yang penuh pengkhianatan, Seperti sayap-sayap Gibran yang patah, atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwickjk tenggelam, atau mungkin kisah  cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘Majnun’, lalu mati... Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas. Itu hanya cerita cinta yang digali dari air mata. Dunia tidak berwarna merah jambu, itu hanya ada dalam cerita Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung: Oooo Burung adakah yang mau meminjamkan sayap Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana. “ Apabila   ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta ...

pertanyaan Mr. Setiyono

teringat percakapan semalam di telp, suamiku Mr. Setiyono tiba-tiba bertanya sebuah pertanyaan yang simple : Mr. S: yang,,,gimana tadi di kantor?ada BAP ga? Me: lagi gak ada BAP jadi cuma internetan aja  Mr.S: trus,,,jadi kamu tidak menghasilkan produk apa-apa dong buat kantor Me: tadi cuma bikin nota dinas aja  Mr. S: nah,,itu kan salah satu produk / hasil karya buat kantor juga  Me: (dalam hati) oooh gitu yah  kemudian Mr. Setiyono bilang : "kadang aku berpikir, apa yah yang mereka (orang-orang di subbid) lakukan kalo gak ada BB dateng, ya kadang aku lihat ada yang pulang atau cuma bergosip atau mungkin main game, tapi aku rasa agak kurang gimana gitu, kan kita sudah digaji full sama pemerintah berarti tiap hari minimal ada satu karya yang kita berikan untuk kantor meskipun itu cuma bikin surat. " akupun menanggapi pernyataannya: ya mungkin yang, kan ada saat dimana BB kita banyak kita bener-bener diporsir kerja melebihi jam kerja kita, nah ...