Langsung ke konten utama
berada dalam situasi dimana lingkungan yang salin mencurigai dan menjatuhkan tentunya sungguh tidak nyaman terutama untuk saya yang notabene pikirannya selalu positif terhadap orang lain.
Terkadang saya bertanya pada diri sendiri, kenapa musti cari muka depan atasan, atau kenapa harus menjelekkan orang di belakang untuk sesuatu yang tidak kita sukai, kenapa tidak bicara secara langsung saja, menurut saya itu lebih terhormat dan lebih ksatria, klo memang tidak berani ya sudah mending diam, simpan yang menjadi kekecewaan itu sebagai bentuk introspeksi diri untuk supaya kita tidak melakukannya kepada orang lain, karena ketika kita diperlakukan seperti itu rasanya "SAKIT", jujur itu akan membuat kita lebih bijak dalam bersikap dan lebih arif dalam menghadapi kondisi apapun.

Mungkin memang banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya, tapi coba kau pikirkan kawan, dengan mengeluh dan mengumbar kekecewaan kepada ORANG itu tidak menyelesaikan apapun. Tapi lain halnya ketika kita mengeluh dan mengadukannya kepada ALLOH, itu memang seharusnya, menggantungkan semua harapan dan masalah kita kepada SANG MAHA PEMBERI SOLUSI. Tahukah kawan, Alloh seneeeeeeennnnng banget kalo hamba-Nya sering mengeluh, meminta, berdoa kepada-Nya.

adalah manusiawi ketika kita merasa kecewa, tapi sangat manusiawi juga bahwa kita patut berbahagia,  Maksudya kata "Manusiawi" disini jangan selalu di pakai untuk kejelekan tapi masuiawi juga kita untuk kaya, untuk bahagia dan untuk sukses di dunia dan di akhirat. saya berprinsip "KETIKA ITU TERJADI BERARTI ALLOH MENGIZINKAN ITU TERJADI" pasti ada hikmah dibalik semuanya, pasti ada pelajaran yang ingin Alloh ajarkan. So,,,,teruslah berusaha menjadi pribadi yang baik yang bermanfaat dan memuliakan orang lain, insyaalloh nanti Alloh akan memuliakan kita amin.

Semoga bisa bermanfaat :D

gelangnya selalu dipake :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pertanyaan Mr. Setiyono

teringat percakapan semalam di telp, suamiku Mr. Setiyono tiba-tiba bertanya sebuah pertanyaan yang simple : Mr. S: yang,,,gimana tadi di kantor?ada BAP ga? Me: lagi gak ada BAP jadi cuma internetan aja  Mr.S: trus,,,jadi kamu tidak menghasilkan produk apa-apa dong buat kantor Me: tadi cuma bikin nota dinas aja  Mr. S: nah,,itu kan salah satu produk / hasil karya buat kantor juga  Me: (dalam hati) oooh gitu yah  kemudian Mr. Setiyono bilang : "kadang aku berpikir, apa yah yang mereka (orang-orang di subbid) lakukan kalo gak ada BB dateng, ya kadang aku lihat ada yang pulang atau cuma bergosip atau mungkin main game, tapi aku rasa agak kurang gimana gitu, kan kita sudah digaji full sama pemerintah berarti tiap hari minimal ada satu karya yang kita berikan untuk kantor meskipun itu cuma bikin surat. " akupun menanggapi pernyataannya: ya mungkin yang, kan ada saat dimana BB kita banyak kita bener-bener diporsir kerja melebihi jam kerja kita, nah ...

Just For You

lagu ini sweet banget, lagu yang menemani momen lebaran saya dan Mr. Setiyono, lagu yang selalu terputar pas di mobil ketika saya dan Mr. Setiyono menyusuri jalan di banyumas. Pertama kali, denger lagu ini di mobil sewaktu perjalanan mau silaturahmi ke balai desa, sekali dengerin aja langsung cinta sama lagunya, besoknya pas jalan-jalan beli oleh2 buat persiapan pulang,  lagu ini terputar kembali dan ternyata adek ipar saya juga suka dengan lagunya karena pas lagu ini diputar di radio mobil dia langsung naikin volumenya, aaahhh,,,,lagu ini emang bikin jatuh cinta.  Sebenarnya yang  membuat special dari sebuah lagu itu selain  musik + liriknya adalah momen yang terjadi disaat kita menyukai lagu itu, kesukaan kita terhadap lagu itu menjadi lebih everlasting karena ada cerita kita yang mengiringi di balik lagu itu ( menurut saya yah :)) dan lagu "Just For You " dinda feat abdul the coffee theory ini adalah soundtrack saya bersama Mr. Setiyono dalam m...

sayap-sayap yang tak pernah patah

Bismillah.... Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati... Atau kasihnya yang tak sampai, Atau cintanya yang tertolak, Atau ceritra cintanya yang penuh pengkhianatan, Seperti sayap-sayap Gibran yang patah, atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwickjk tenggelam, atau mungkin kisah  cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘Majnun’, lalu mati... Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas. Itu hanya cerita cinta yang digali dari air mata. Dunia tidak berwarna merah jambu, itu hanya ada dalam cerita Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung: Oooo Burung adakah yang mau meminjamkan sayap Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana. “ Apabila   ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta ...