Langsung ke konten utama

Postingan

teguran di minggu pagi

Begitu sayangnya Alloh kepada saya, sampai ketika saya mengeluh dalam hati pun (belum terucap lho) Alloh langsung menegur saya saat itu juga. Ceritanya begini, saya melihat ketersediaan makanan yang ada dikosan, setelah dicek yang tersedia disana ada nasi, telur dan tahu goreng untuk 1 porsi, sementara seperti pernah  saya ceritakan kepadamu kawan bahwa sekarang saya tinggal berdua sama dengan seorang sahabat dari bandung. otomatis harus beli lauknya lagi karena yang tersedianya hanya untuk satu orang. tanpa pikir panjang, saya pun pergi untuk membeli lauk, tapi sebelumnya seperti biasa saya berkunjung ke kosan mba buat nawarin, siapa tahu dia juga mau beli makanan, jadi sekalian gitu. Setelah ditanya ternyata mba sudah makan tapi dia nitip beli es kelapa muda sekaligus ngasih uangnya 20.000.- , dan saya pun berangkat dengan si biru teman sejati yang selalu setia mengantar kemanapun saya pergi. Selama perjalanan sempat terlintas dalam pikiran saya, ya Alloh klo saya yang harus m...

percepatan dimulai

pernah denger lagu  yang berjudul "Hanya bayangan" ga???  itu lagu lama sekitar tahun 90-an yang dinyanyikan oleh zein bersaudara. Nah sekarang lagu tersebut di recycle ulang sama Soul id feat Ryan V, masih dengan nuansa jazz tapi agak lebih ngbitt dan ada sedikin sentuhan hip-hopnya. Apa sih yang menarik dari lagu ini??? tahukah kawan, lirik dalam lagunya itu tidak ada nuansa mengajari atau menyalahkan hidupmu, tapi soul lagu ini menyadarkan saya untuk jangan membuang-buang waktu karena dunia itu takkan pernah mau menunggu. yang sudah ya sudah, tidak usah disesali. mungkin ini lirik lengkapnya: ku katakan kepadamu ooh jangan kau buang waktumu sekejap saja dia berlalu ooh meninggalkan segala angan, tinggal kenangan *courtesy of LirikLaguIndonesia.net reff: masa lalu ow ow hanya bayangan melukis seribu tanya yang tak terjawab kau ber...

kembali menulis :)

masih bingung mengatur waktu blog ini, ditulis tanggal berapa muncul tanggal berapa, dan yang lebih parahnya lagi saya tidak menemukan settingan waktunya itu huhuhuhu... tapi tak apa, yang penting nulis tetap berjalan. oh iya kawan, ada pertanyaan yang menjadi pikiran saya akhir-akhir ini, sebenarnya tidak begitu serius juga sih, tapi pertanyaan yang dilontarkan guru saya itu membuat saya sedikit berpikir :) Guru saya bertanya " mengapa saya tidak menekuni dunia tulis-menulis ini, kan belum ada polwan tapi jago nulis juga, kenapa ga jadi orang yang pertama melakukan hal-hal yang baru?" saya hanya tersenyum mendengarnya, tapi otak berpikir keras  heuheuheu... saya mungkin sedikit tidak percaya diri dan masih bertanya apa tulisan saya sudah cukup bagus dan apakah tulisan saya juga menarik, karena apa yang saya tulis kebanyakan adalah apa yang saya rasakan. memang semua ketidakpercayaan diri saya tidak akan pernah terjawab karena sampai sekarang pun saya belum pernah mengiri...

menunggu subuh tiba

sudah seminggu ini aku memaksa diri  untuk tidak tidur setelah tahajud dan sholat shubuh, ini harus dilakukan karena aku  ingin merubah hal-hal yang belum baik menjadi baik dan lebih lagi supaya alloh semakin mencintaiku. " Tidaklah Alloh merubah suatu kaum kecuali kaumnya merubah sendiri" itu artinya harus ada niat dan usaha kita untuk merubahnya terlebih dahulu baru nanti Alloh menyempurnakan perubahannya. bingung mau cerita apa, oh iya, tahukah kawan sekarang dikosan ada temen namanya Nurlita hidayah, aku biasa memanggilnya tata atau cunleta, dia temenku waktu SMA. Keberadaannya disini untuk magang di konsultan arsitektur dibali, seneng banget ada dia disini, ada yang bisa diajak ngobrol dan diskusi serta gila bareng heuheuheu,,, Pasti Alloh menirim dia kesini ada tujuannya, baik untukku maupun untuknya, semoga aku bisa mengambil hikmah atas kedatangan tata kesini amin. dan adzan subuh pun terdengan meskipun sangat kecil tapi belumsampe status infrasonik sih heuheu...

berlayar

Berlayar dalam definisi aslinya adalah mengarungi lautan atau bepergian dengan kapal, tetapi kata berlayar mengalami perluasan makna karena meskipun tidak berada di lautan, sebenarnya kita sedang berlayar mengarungi jalan kehidupan masing-masing. Mungkin memang tidak sama tapi menurutku itu serupa kawan, ketika kita berada dalam suatu masalah yang besar yang mungkin sulit untuk dipecahkan secara perhitungan manusia anggaplah itu sebagai   ombak besar yang akan menerjang keselamatan kapalmu, sebagai nakhoda, dirimu adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjaga agar kapalmu selamat, dan sebagai seorang manusia aku yakin, dirimu adalah orang yang beriman yang ketika menghadapi ombak besar dan terjangan badai itu dalam hatimu engkau berdoa dan memasrahkan semuanya kepada Alloh swt, bahwa ombak besar, terjangan badai dan semua adalah milik-Nya, tugas dirimu hanya berusaha menjaga keseimbangan kapal agar bisa melalui ombak dan badai itu dengan selamat. Begitupun dengan sekarang, mu...

Masih adakah ????

Robb,,,,bagaimana hamba menjalani kehidupan ini????? terkadang harapan itu terkikis meskipun hamba selalu berusaha untuk tetap yakin bahwa semuanya masih mungkin, tugas hamba hanya berusaha dan berdoa saja, soal hasil itu adalah hak prerogatif Allloh. Tapi mampukah hamba istiqomah dengan keyakinan ini, dimana di satu sisi hamba juga tidak tahu akan berujung seperti apa, robb tunjukanlah apa yang harus hamba lakukan. sampai sekarang hati dan pikiran ini masih untuk jefry, hamba berusaha menikmati agar hamba tidak mengeluh, hamba mencoba ikhlas dengan semuanya karena hamba yakin Engkau ingin mengajarkan sesuatu dengan kondisi ini, tapi terkadang hamba merasa terpuruk tanpa arah. robb hanya kepadamu hamba keluhkan semua keluhan hamba, hanya kepada-Mu hamba gantungkan semua harapan hamba, hanya kepada-Mu kupanjatkan doa-doa, bimbing hamba menjalani semuanya robb. Sampaikan kepadanya robb bahwa hamba hati ini masih untuknya, perasaan ini masih untuknya dan hamba masih menunggunya, b...
berada dalam situasi dimana lingkungan yang salin mencurigai dan menjatuhkan tentunya sungguh tidak nyaman terutama untuk saya yang notabene pikirannya selalu positif terhadap orang lain. Terkadang saya bertanya pada diri sendiri, kenapa musti cari muka depan atasan, atau kenapa harus menjelekkan orang di belakang untuk sesuatu yang tidak kita sukai, kenapa tidak bicara secara langsung saja, menurut saya itu lebih terhormat dan lebih ksatria, klo memang tidak berani ya sudah mending diam, simpan yang menjadi kekecewaan itu sebagai bentuk introspeksi diri untuk supaya kita tidak melakukannya kepada orang lain, karena ketika kita diperlakukan seperti itu rasanya "SAKIT", jujur itu akan membuat kita lebih bijak dalam bersikap dan lebih arif dalam menghadapi kondisi apapun. Mungkin memang banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya, tapi coba kau pikirkan kawan, dengan mengeluh dan mengumbar kekecewaan kepada ORANG itu tidak menyelesaikan apapun. Tapi lain halnya ketika kita...